Cara Menentukan Ukuran Oversize, Naik Size atau Beli Potongan Khusus
Share
Cara menentukan ukuran oversize yang paling gampang cuma ada dua jalan: naik satu sampai dua nomor dari ukuran biasa, atau langsung beli baju dengan potongan oversize yang memang didesain longgar sejak awal. Dua-duanya bisa berhasil. Tapi hasilnya beda jauh kalau kamu asal pilih tanpa ukur badan dulu.
Dua Cara Utama Dapat Ukuran Oversize
Ada dua rute yang biasa dipakai orang. Size up dari baju reguler, atau beli lini oversize yang polanya sudah beda sejak dipotong. Metode pertama praktis, metode kedua lebih presisi.
1. Naik 1-2 Size dari Ukuran Biasa

Cara ini paling gampang dipraktikkan. Ambil satu sampai dua nomor di atas ukuran normal kamu, dari M ke L atau L ke XL. Jangan lompat sampai tiga nomor sekaligus. Bahu jadi taruhannya di sini. Begitu jahitan bahu turun terlalu jauh dari titik tulang bahu asli, siluet malah kelihatan salah beli, bukan gaya yang disengaja. Idealnya, jahitan bahu jatuh sekitar tiga sampai enam sentimeter di luar tulang bahu, bukan di tengah lengan atas.
2. Beli Potongan Oversize Asli (Drop Shoulder)

Metode kedua beda logika. Baju sudah didesain longgar sejak dipotong, jadi kamu tetap ambil ukuran normal, bukan naik nomor. Garis bahu turun beberapa sentimeter dari desainnya, lingkar dada dilebarkan, panjang badan disesuaikan supaya proporsi tetap terjaga. Merek seperti Common Goods biasanya punya size chart oversize yang terpisah dari size chart reguler, karena pola potongnya memang dibuat beda, bukan cuma dibesarkan dari ukuran normal.
Ukur Badan Dulu Sebelum Cocokkan ke Size Chart
Sebelum pilih metode mana pun, langkah yang sering dilewati justru bagian ini. Cara menentukan ukuran oversize yang akurat selalu dimulai dari ukur badan pakai meteran jahit dalam posisi rileks, bukan langsung tebak nomor.

Lingkar Dada
Lingkarkan meteran di bagian dada paling lebar, biasanya sejajar dengan puting. Posisi badan rileks, jangan tarik napas dalam-dalam supaya angkanya tidak meleset.
Lebar Bahu
Ukur dari ujung tulang bahu kiri ke kanan, lewat titik tertinggi punggung. Titik ini paling sering kelewat, padahal paling menentukan hasil akhir siluet oversize.
Panjang Badan
Ukur dari titik tertinggi bahu sampai panjang yang kamu mau, entah sebatas pinggul atau sampai pertengahan paha. Untuk tinggi 160 sampai 170 cm, panjang sekitar 70 cm biasanya sudah proporsional.
Panjang Lengan
Mulai dari ujung bahu sampai pergelangan tangan, lengan sedikit ditekuk supaya angkanya realistis dipakai gerak sehari-hari.
Setelah empat angka ini kecatat, baru cocokkan ke size chart. Contoh gambarannya seperti ini.
|
Ukuran Normal |
Lingkar Dada Oversize (cm) |
Panjang Badan (cm) |
Cocok untuk Tinggi |
|
S |
108-112 |
66-68 |
di bawah 160 cm |
|
M |
114-118 |
68-70 |
160-165 cm |
|
L |
120-124 |
70-73 |
165-170 cm |
|
XL |
126-130 |
73-76 |
di atas 170 cm |
Angka di atas cuma gambaran umum. Tiap brand tetap punya toleransi sendiri, jadi selalu cek size chart resmi sebelum checkout.
Plus Minus Tiap Metode
Naik size lebih hemat karena bisa pakai stok baju yang sudah ada. Beli potongan oversize lebih presisi, tapi berarti belanja baru dari lini khusus.

Plus Minus Naik Size
Plusnya, cara ini murah dan cepat. Tinggal buka lemari, ambil kaos satu-dua nomor di atas biasanya, selesai. Minusnya, proporsi jarang pas seratus persen. Lengan sering kepanjangan. Bahu kadang melorot. Badan kadang malah terasa kotak, bukannya jatuh natural. Bahan kaos reguler juga belum tentu dirancang buat drape yang bagus saat dipakai longgar.
Plus Minus Beli Potongan Oversize
Plusnya, siluet jauh lebih terkontrol. Bahu turun di titik yang memang direncanakan pola, bukan kebetulan. Panjang badan dan lingkar dada sudah dihitung supaya proporsional sejak awal. Minusnya, harga biasanya sedikit lebih tinggi dibanding kaos reguler. Berdasarkan pengalaman coba beberapa kali, potongan oversize umumnya cuma butuh satu kali penyesuaian ukuran, sementara naik size sering perlu dicoba dua sampai tiga kali sampai benar-benar pas.
Rekomendasi Metode per Jenis Produk
Tidak semua jenis pakaian cocok pakai metode yang sama, dan ini bagian yang sering luput dari cara menentukan ukuran oversize yang cuma fokus ke satu jenis baju saja. Kaos dan kemeja lebih fleksibel dengan cara naik size, sementara hoodie dan jaket lebih aman kalau langsung beli potongan oversize aslinya.
Kaos dan Kemeja

Kaos polos dan kemeja masih cukup aman kalau kamu naik satu-dua size, apalagi kalau bahannya combed cotton yang jatuhnya lembut. Jenis ini gampang dikoreksi dengan teknik half-tuck kalau ternyata badannya kepanjangan sedikit.
Hoodie dan Sweater

Bahan hoodie umumnya lebih tebal, jadi lompatan size yang kebesaran gampang bikin badan tenggelam. Cukup ambil satu sampai dua size di atas normal, jangan lebih, supaya garis bahu masih kebaca dan bahannya tidak menambah kesan berat di badan.
Jaket dan Outer

Outer paling aman pakai potongan oversize aslinya, apalagi untuk jaket yang dipakai berlapis di atas hoodie atau kemeja. Kalau naik size dari ukuran normal, bahu dan lengan biasanya malah jadi kepanjangan, bukan longgar yang proporsional. Aturan dasar soal berlapis dan batas oversize yang wajar ini dibahas lebih lengkap di cara pakai baju oversize, mulai dari sizing sampai aturan 3-3-3 buat gaya harian.
Kombinasi Dua Metode Juga Boleh, Asal Proporsional
Dua metode ini tidak harus dipisah kaku dalam satu outfit. Kaos boleh naik size, tapi jaket di atasnya pilih potongan oversize aslinya biar bahu tetap rapi. Prinsip 70:30 yang sering dipakai buat gaya longgar, satu potongan dominan longgar, sisanya pas badan, tetap berlaku di sini. Yang penting bukan metode mana yang kamu pakai, tapi apakah hasil akhirnya masih nyaman digerakkan seharian. Itu inti dari cara menentukan ukuran oversize yang benar, bukan soal ukuran mana yang paling besar.
FAQ
Apakah naik 2 size sudah cukup untuk hasil oversize?
Untuk kaos dan kemeja, iya, dua size biasanya cukup. Kalau produknya hoodie atau jaket tebal, satu size saja kadang sudah terasa longgar karena bahannya menambah volume sendiri.
Bagaimana kalau bahu baju kepanjangan setelah naik size?
Itu tandanya kamu melompat terlalu banyak nomor. Coba turun satu size, atau ganti metode ke beli potongan oversize yang memang polanya sudah dirancang supaya bahu jatuh di titik yang pas.
Apakah semua brand punya size chart oversize yang sama?
Tidak. Tiap brand punya toleransi dan pola potong sendiri. Selalu cek size chart khusus oversize dari brand yang kamu beli, jangan asumsikan sama dengan size chart reguler mereka.
Berapa banyak size naik yang aman untuk badan pendek?
Untuk tinggi di bawah 160 cm, satu size biasanya sudah cukup. Naik dua size, panjang badannya sering sudah lewat batas proporsional dan malah kelihatan seperti pakai baju pinjaman.
Metode mana yang lebih murah, naik size atau beli potongan oversize?
Naik size lebih hemat karena bisa pakai koleksi baju yang sudah ada. Beli potongan oversize sedikit lebih mahal, tapi hasilnya lebih konsisten kalau kamu sering pakai gaya ini.
Referensi
- Fitinline. Tips Menentukan Ukuran Baju yang Tepat dan Sesuai dengan Badan Anda
- Zalora Indonesia. Cara Mengetahui Ukuran Baju dari Berat Badan
- IDN Times. Ciri-ciri Kaus Oversize, Sejarah, dan Tips Memilihnya
- Popbela. Urutan Ukuran Baju dari S, M, L, XL dan Cara Mengetahuinya